SITUJUAH BATUA – Sebuah fenomena alam luar biasa tengah menghebohkan warga Sumatera Barat. Sebuah lubang raksasa atau sinkhole yang muncul di tengah area persawahan Nagari Situjuah Batua , Kabupaten Limapuluh Kota, kini berubah menjadi "danau" kecil dengan air berwarna biru jernih yang memikat ribuan pengunjung.
Berawal dari Dentuman Keras
Fenomena ini terjadi pada Minggu, 4 Januari 2026 , ketika warga di Jorong Tepi dikejutkan oleh suara dentuman keras dan getaran dari arah sawah Pombatan. Tak lama kemudian, ditemukan lubang menganga dengan diameter mencapai belasan meter yang oleh warga setempat disebut sebagai "Sawah Luluih" .
"Telaga Biru" yang Menjadi Objek Wisata Dadakan
Hanya dalam hitungan hari, lubang sedalam kurang lebih 20 meter tersebut mulai terisi udara secara alami. Keunikan muncul saat air yang mengisi lubang terlihat sangat bening dengan gradasi warna biru seperti air laut, kontras dengan lumpur sawah di sekitarnya.
Kecantikan visual ini pun viral di media sosial, menjadikannya objek wisata dadakan. Ratusan datang pengunjung setiap harinya untuk berswafoto dan menyaksikan langsung fenomena langka ini. Sektor ekonomi mikro warga pun bergerak spontan melalui layanan parkir dan pedagang UMKM di sekitar lokasi.
Polemik “Air Obat” dan Teguran MUI
Kepopuleran danau dadakan ini juga dibumbui oleh anggapan pembohong sebagian warga yang meyakini air tersebut memiliki khasiat medis atau dapat menyembuhkan penyakit. Banyak warga terlihat nekat melewati garis polisi untuk mengambil udara tersebut menggunakan botol meskipun keamanannya belum teruji laboratorium.
Menyanggapi hal ini, Majelis Ulama Nagari (MUNA) Situjuah Batua mengimbau masyarakat untuk tidak berlebihan dalam menyikapi fenomena ini agar tidak terjatuh pada perbuatan yang melenceng dari akidah.
Analisis Geologi: Fenomena Erosi Buluh
Badan Geologi yang melakukan observasi di lokasi mengungkapkan bahwa kemunculan air jernih ini bukan hal mistis. Berdasarkan rilis resmi pada 6 Januari 2026 , fenomena ini terjadi akibat proses erosi buluh ( piping erosi ) di bawah lapisan tanah yang dipicu oleh curah hujan tinggi dan sistem saluran air bawah tanah yang runtuh.
Keamanan
Meski menjadi tontonan menarik, BPBD Limapuluh Kota dan Kepolisian Sektor setempat menegaskan bahwa lokasi tersebut masih berbahaya . Tanah di sekitar bibir lubang masih terus bergerak dan labil, sehingga potensi amblas susulan masih sangat tinggi. Pengunjung diminta untuk tetap berada di balik garis pengamanan demi keselamatan jiwa.



0 comments:
Post a Comment