Gubernur Kaltim & Mobil 8,5 Miliar: Flexing demi
Marwah atau Kebanyakan Gaya?
Lagi rame banget nih di media
sosial soal "kendaraan tempur" baru Gubernur Kalimantan Timur, Rudy
Mas’ud. Bukan kaleng-kaleng, Bosku! Pengadaan mobil dinas kali ini tembus angka
Rp8,5 miliar. Kalau dibelikan seblak, mungkin satu provinsi bisa kenyang sampai
tahun depan.
Tapi, apa sih yang bikin mobil
ini jadi bahan omongan selain harganya yang bikin shock? Yuk, kita bedah
secara aesthetic dan kritis.
Spek Mobil "Monster" yang Bikin Melongo
Mobil yang dimaksud diduga kuat
adalah Range Rover Autobiography LWB. Ini bukan sembarang SUV, guys. Ini
adalah kasta tertinggi di dunia per-mobil-an yang bisa dibawa ke hutan tapi
tetep berasa di hotel bintang lima.
- Vibe
Sultan: Interiornya pakai kulit premium yang lebih lembut dari kasur
kostan kita. Ada fitur pijatnya juga, jadi Pak Gubernur nggak bakal burnout
dan pegel pegel di jalan.
- Anti-Lumpur
Club: Meski mewah, ini mobil off-road sejati. Mau lewat jalanan
Kaltim yang "estetik" alias berlubang dan berlumpur? Lewat
banget! (bukan nya jalan yang dibenerin malah minta mobil yang dibagusin)
- Hybrid
Tech: Udah pake teknologi Plug-in Hybrid. Jadi ceritanya tetep
mau kelihatan peduli lingkungan meskipun harganya nggak ramah di kantong
rakyat.
Alasannya: Demi "Marwah" Kaltim!
Nah, pas ditanya kenapa harus semahal itu, Pak Rudy punya
jawaban yang cukup bold. Katanya, ini soal "Marwah" alias
harga diri Kalimantan Timur.
"Kaltim sekarang itu wajahnya Indonesia karena ada
IKN. Masa pimpinannya pakai mobil biasa aja? Malu dong sama tamu
internasional," kurang lebih begitu pembelaannya.
Jadi, intinya ini adalah strategi branding biar
Kaltim nggak dianggap remeh sama delegasi luar negeri yang mau investasi di
IKN. Look rich to get rich, katanya sih gitu.
Netizen vs Realita: "Mending Buat Benerin Jalan,
Pak!"
Tapi ya namanya juga netizen, nggak mungkin dong langsung
setuju gitu aja. Banyak yang salty dan kasih komentar pedas yang masuk
akal juga:
- Gap
Harta yang Jauh: Di laporan kekayaan (LHKPN), mobil pribadi Pak Gub
itu cuma mobil lama yang harganya "receh" dibanding mobil dinas
ini. Jomplang banget, kan?
- Vibe
Presiden Prabowo: Padahal Pak Presiden lagi semangat-semangatnya minta
pejabat hidup hemat dan pakai mobil buatan dalam negeri (Maung Pindad).
Eh, di daerah malah checkout mobil Eropa miliaran.
- Prioritas
yang "Agak Laen": Banyak yang bilang uang 8,5 miliar itu
kalau dipakai buat benerin jalanan rusak di pedalaman Kaltim atau nambah
beasiswa, manfaatnya bakal lebih berasa ke warga daripada cuma buat satu
orang duduk nyaman.
Kesimpulan: Kebutuhan atau Sekadar Keinginan?
Memang sih, jadi pemimpin daerah penyangga IKN itu butuh
performa maksimal. Tapi di sisi lain, rakyat lagi liatin banget gimana uang
pajak mereka dipakai. Apakah "Marwah" sebuah daerah itu dilihat dari
mobil gubernurnya, atau dari jalanannya yang nggak rusak lagi? That’s the
real question.

0 comments:
Post a Comment