Postingan Populer

Sunday, 1 March 2026

Gubernur Kaltim & Mobil 8,5 Miliar: Flexing demi Marwah atau Kebanyakan Gaya?

Gubernur Kaltim & Mobil 8,5 Miliar: Flexing demi Marwah atau Kebanyakan Gaya?

Lagi rame banget nih di media sosial soal "kendaraan tempur" baru Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas’ud. Bukan kaleng-kaleng, Bosku! Pengadaan mobil dinas kali ini tembus angka Rp8,5 miliar. Kalau dibelikan seblak, mungkin satu provinsi bisa kenyang sampai tahun depan.

Tapi, apa sih yang bikin mobil ini jadi bahan omongan selain harganya yang bikin shock? Yuk, kita bedah secara aesthetic dan kritis.

Spek Mobil "Monster" yang Bikin Melongo

Mobil yang dimaksud diduga kuat adalah Range Rover Autobiography LWB. Ini bukan sembarang SUV, guys. Ini adalah kasta tertinggi di dunia per-mobil-an yang bisa dibawa ke hutan tapi tetep berasa di hotel bintang lima.

  • Vibe Sultan: Interiornya pakai kulit premium yang lebih lembut dari kasur kostan kita. Ada fitur pijatnya juga, jadi Pak Gubernur nggak bakal burnout dan pegel pegel di jalan.
  • Anti-Lumpur Club: Meski mewah, ini mobil off-road sejati. Mau lewat jalanan Kaltim yang "estetik" alias berlubang dan berlumpur? Lewat banget! (bukan nya jalan yang dibenerin malah minta mobil yang dibagusin)
  • Hybrid Tech: Udah pake teknologi Plug-in Hybrid. Jadi ceritanya tetep mau kelihatan peduli lingkungan meskipun harganya nggak ramah di kantong rakyat.

Alasannya: Demi "Marwah" Kaltim!

Nah, pas ditanya kenapa harus semahal itu, Pak Rudy punya jawaban yang cukup bold. Katanya, ini soal "Marwah" alias harga diri Kalimantan Timur.

"Kaltim sekarang itu wajahnya Indonesia karena ada IKN. Masa pimpinannya pakai mobil biasa aja? Malu dong sama tamu internasional," kurang lebih begitu pembelaannya.

Jadi, intinya ini adalah strategi branding biar Kaltim nggak dianggap remeh sama delegasi luar negeri yang mau investasi di IKN. Look rich to get rich, katanya sih gitu.

Netizen vs Realita: "Mending Buat Benerin Jalan, Pak!"

Tapi ya namanya juga netizen, nggak mungkin dong langsung setuju gitu aja. Banyak yang salty dan kasih komentar pedas yang masuk akal juga:

  1. Gap Harta yang Jauh: Di laporan kekayaan (LHKPN), mobil pribadi Pak Gub itu cuma mobil lama yang harganya "receh" dibanding mobil dinas ini. Jomplang banget, kan?
  2. Vibe Presiden Prabowo: Padahal Pak Presiden lagi semangat-semangatnya minta pejabat hidup hemat dan pakai mobil buatan dalam negeri (Maung Pindad). Eh, di daerah malah checkout mobil Eropa miliaran.
  3. Prioritas yang "Agak Laen": Banyak yang bilang uang 8,5 miliar itu kalau dipakai buat benerin jalanan rusak di pedalaman Kaltim atau nambah beasiswa, manfaatnya bakal lebih berasa ke warga daripada cuma buat satu orang duduk nyaman.

Kesimpulan: Kebutuhan atau Sekadar Keinginan?

Memang sih, jadi pemimpin daerah penyangga IKN itu butuh performa maksimal. Tapi di sisi lain, rakyat lagi liatin banget gimana uang pajak mereka dipakai. Apakah "Marwah" sebuah daerah itu dilihat dari mobil gubernurnya, atau dari jalanannya yang nggak rusak lagi? That’s the real question.


0 comments:

Post a Comment